Jumat, 28 Desember 2018

CARA MEMBACA CEPAT DAN EFISIEN




CARA MEMBACA CEPAT DAN EFISIEN

Bagaimana cara membaca cepat dan efisien? Kita mungkin sudah membaca cepat tetapi tidak bisa membaca efisien. Apalagi membaca artikel bahasa Inggris yang susunannya terbalik-balik ya. Saat membaca artikel bahasa Inggris kita harus mengenali strukturnya agar bisa menguraikannya. Struktur bahasa Inggris sama seperti struktur bahasa Indonesia. Ada subjek, predikat, objek, dan keterangan. Yang menjadi masalah adalah bila, misalnya, subjeknya berupa frasa atau klausa. Subjek kalimat yang berupa frasa kata benda terdiri dari satu kata inti dan satu (atau lebih) kata penjelas. Saat membaca, kita harus mengenali kata inti dari frasa kata benda itu. Yang pasti, kata inti subjek pasti kata benda, sedangkan kata-kata lain seperti kata kerja, kata sifat, kata keterangan hanya sebagai penjelas. Contoh, dalam subjek “The brightly shining stars seen from here” kalimat intinya adalah ‘stars’. Jadi inti subjek adalah ‘bintang-bintang’. Kata-kata lain yang menyertainya berubah fungsi menjadi ‘kata keadaan’ yang berciri awalan ‘yang’ (yang bersinar...yang terlihat).
Agar bisa membaca cepat dan efisien kita harus selalu tahu kata inti dari setiap unsur kalimat. Mudah kok. Kata inti subjek dan objek adalah kata benda dan kata inti predikat adalah kata kerja. sementara itu, kata inti keterangan adalah kata keterangan dengan urutan ‘cara’, ‘tempat’, dan ‘waktu’.  Contoh kalimat kompleks “The crowd on the street might have been helping a traffic accident victim” bisa disederhanakan menjadi “crowd help victim”. Terjemahannya “kerumunan menolong korban”. Kalimat sederhana itu diperjelas. Kerumunan yang mana? Kerumunan di jalan. Kapan menolongnya? Hingga saat ini masih berlangsung. Korban apa? Korban kecelakaan lalu lintas.
Umumnya, struktur kalimat bahasa Inggris adalah urut dan runtut. Artinya, dimulai dari subjek, predikat, baru objek. Tentu saja kata keterangan bisa di awal, di tengah, atau di akhir kalimat. Benar, ada struktur kalimat tertentu yang terbalik (inversi), tidak lengkap (elipsis), dan tidak sinkron (bersyarat). Tetapi struktur frasa bahasa Inggris bisa tidak urut dan tidak runtut. Kadang terbalik-balik. Namun, kita bisa tetap mudah mengenali kata inti sebuah frasa, yaitu kata benda untuk subjek dan objek dan kata kerja untuk predikat. Seberapa pun panjangnya frasa, kata inti subjek selalu kata benda. Begitu pula predikat.



Minggu, 16 Desember 2018

BACKHOE DIBILANG BEGO


BACKHOE YANG BEGO
Saya pernah dianggap naif dan bodoh hanya karena tidak mengerti maksud teman yang menulis “bedrop”? Tentu saja saya tidak paham karena yang saya tahu adalah “backdrop”, semacam spanduk. Di kamus pun tertulis ‘backdrop’. Saya juga pernah ditertawakan saat tidak mengerti maksud kawan yang menyebut alat berat bernama “bego”. Percuma juga saya menjelaskan maksudnya “backhoe” alias “cangkul mundur”  alias “garuk”. Jadi saya tidak bego, apalagi disamakan dengan si alat berat itu. Tapi, ada juga pengalaman yang menggembirakan. Jelek-jelek begini saya pernah disebut “dirjen” karena saya memandu bernyanyi lagu  Indonesia Raya. Lumayan naik pangkat dari “dirijen” menjadi “dirjen”. Saya tetap meyakini, kemampuan bahasa adalah cerminan luasnya pengetahuan dan pergaulan.
www.gayabahasa.com 081802770167

BARANG KW


BARANG KW
Diduga yang dimaksud “kw” adalah “kw 2” atau “kwalited 2” sebagai tandingan “original”. Penjual tak mungkin membanding “asli” dengan “palsu” atau “tiruan” karena pasti tidak menarik. Proses pemendekan dari “kw 2” menjadi “kw” saja seperti pemendekan istilah  olahraga “game over” (permainan selesai) menjadi “game”. Makanya, ada yang bilang “Dia sudah game. Tamat.” Juga dalam istilah hukum “inkraacht van gewisjde” (berkekuatan hukum tetap) yang secara latah diucapkan “inkraacht” saja. Saya jadi ingat, sebagian penutur bahasa Jawa lebih ekstrim memangkas kata. Kalimat “(Aku) ora duwe duwit” (aku tidak punya uang) disingkat menjadi satu bunyi “radedit”. Very efficient. 

Supriyono, SH, S.Pd., SE, MM, CM

Selasa, 06 November 2018

PINTAR BAHASA INGGRIS


INIKAH MASALAH ANDA?
  • SULIT MENERJEMAHKAN?
  • INGIN MEMASTIKAN TULISAN ANDA SUDAH BAIK DAN BENAR?
  • SUDAH PUNYA GAGASAN DAN BAHAN TAPI TIDAK BISA MENULIS ?
  • INGIN BERPROMOSI DENGAN BAHASA YANG EFEKTIF?
  • INGIN MENULIS BIOGRAFI ATAU MEMOIR?




Kami ahlinya! PINTAR BAHASA International Language Services Indonesia terdiri dari para ahli Translating, Copy-editing, Proofreading, Copywriting, dan Ghostwriting. Dengan slogan Beyond Words atau Bukan Sekedar Bahasa  kami memadukan Keahlian Bahasa dengan Kompetensi  Material, yang memungkinkan produk kami bukan sekedar Olah Bahasa.
Kami sanggup menerjemahkan dengan Cepat dan Akurat karena selain menguasai Bahasa dengan baik dan benar, translator kami juga menguasai materi (misalnya, kedokteran, hukum, ekonomi, sosial politik, dll) yang diterjemahkan. 
Nah, bila Anda belum yakin dengan kualitas tulisan Anda, Anda membutuhkan Proofreader.  Kami jamin tulisan Anda bisa tepat Tata Bahasa, tepat Gaya Bahasa, dan tepat Rasa Bahasa sehingga tulisan Anda bisa mengalir dan bertutur dengan lancar, baik,  dan benar. 
Atau bila Anda kesulitan merangkai bahan untuk ditulis, kami bantu agar tulisan Anda terintegrasi menjadi rangkaian yang manis dan mulus.  Copyeditor kami  akan menyatukan potongan gagasan dan materi tulisan Anda menjadi satu kesatuan yang cantik dan menawan.
Bila Anda ingin bisa ‘menjual’ jasa atau produk melalui bahasa yang berbobot dan memikat, Copywriter kami siap membantu.  Segala jenis promosi bisa kami layani seperti membuat tagline, surat penjualan, materi iklan, atau  brosur, proposal bisnis, spot iklan, pariwara, press release, dsb. Kami ahli dalam membahasakan gagasan atau promosi agar bisa membujuk dan mempengaruhi sikap calon pembeli.  Atau bila Anda ingin mempengaruhi opini publik dan berpidato, berkampanye, atau menulis biografi, menulis memoir,  Anda butuh Ghostwriter. Anda tak perlu menulis apa pun. Kami yang akan melakukannya untuk Anda.

Korespondensi email pintarbahasa@yahoo.com
Whatsapp 0811802770167

Kelirumologi

Kelirumologi adalah suatu mashab atau paham mempelajari atau menelaah kekeliruan demi mencari kebenaran. https://id.wikipedia.org/wiki/Kelirumologi

Sejarah

Kelirumologi pertama dicetuskan oleh Jaya Suprana[1], pengusaha jamu asal Kota Semarang yang juga pendiri Museum Rekor Indonesia. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku tersebut mengajak pembaca agar lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah. Jadi, kelirumologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kekeliruan menyebutkan suatu kata atau kalimat yang sudah dianggap benar di tengah masyarakat.
Karena gagasannya, tokoh dengan segudang julukan ini (antara lain: pianis, kartunis, seminaris, humorolog, jamulog, kelirumolog), Jaya Suprana dikenal sebagai Bapak Kelirumologi.
Secara berkala, Jaya Suprana juga menuliskan artikel-artikel tentang kelirumologi di majalah bulanan Indonesia Intisari, setiap artikel membahas sebuah istilah yang salah kaprah. Kemudian rubrik Kelirumologi diterbitkan koran Sindo, majalah Tomato dan kini secara berkala setiap hari Jumat di Suara Pembaruan.

Asal kata

Jika diurai, 'kelirumologi' berasal dari kata 'keliru' yang artinya 'salah', dan 'logi (logos)' yang artinya 'ilmu'. Dua kata tersebut jika hendak digabungkan, maka seharusnya berbunyi kelirulogi, bukan 'kelirumologi'. Akan tetapi Jaya Suprana sengaja menyelipkan kata "mo" yang 'keliru ' tersebut untuk sekadar menegaskan, bahwa istilah baru yang diciptakannya memang untuk mengajak kita semua menjadi peka terhadap kekeliruan karena istilahnya sendiri juga keliru.

Kelirumologi dalam pemasaran

Beberapa pihak sangat diuntungkan oleh kelirumologi. Terutama produk-produk yang popularitasnya meningkat setelah kekeliruan ini terjadi dan masyarakat menjadikannya sebagai identitas suatu produk atau jasa dibanding mengingatnya sebagai merk. Misalnya produk Aqua atau Pentium.
Secara positif, kelirumologi penyebutan merk adalah keberhasilan upaya marketing yang salah satu tujuannya memengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesenangan suatu produk.

Beberapa contoh kekeliruan istilah

Beberapa contoh di bawah ini adalah sebagian dari kesalahkaprahan penggunaan kata atau kalimat, dan penyebutan tidak semestinya yang kerap kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bertambahnya temuan-temuan masih menjadi kemungkinan.

Absen

Absen berasal dari bahasa Inggris, absent yang artinya tidak hadir. Namun kenyataan dalam kehidupan sehari-hari membuktikan, penggunaan kata tersebut diartikan sebaliknya, menjadi hadir.
Di sekolah dan kantor-kantor baik swasta maupun pemerintah, istilah buku absen digunakan untuk memberi label buku daftar hadir. Begitu pula kartu absen, yakni kartu yang digunakan untuk mengetahui kehadiran seseorang.
Merujuk pada arti dalam bahasa Inggris tadi, kata absen untuk buku absen atau kartu absen perlu diganti dengan presency card atau kartu kehadiran, yang berasal dari bahasa Inggris, present yang artinya hadir, mempersembahkan. Jadi sebaiknya digunakan bahasa Indonesia, misalnya kartu kehadiran atau buku daftar hadir.

Pagelaran

Banyak orang menuliskan kata 'pagelaran' untuk padanan kata 'penyelenggaraan' atau 'pementasan'. Sejauh manakah kata tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Coba kita amati pola pembentukan kata berikut ini:
tani, bertani, petani, pertanian
silat, bersilat, pesilat, persilatan
dagang, berdagang, pedagang, perdagangan
mukim, bermukim, pemukim, permukiman
gelar, bergelar, penggelar, pergelaran
Merujuk pada pola pembentukan kata, maka seharusnya kata 'pagelaran' perlu diganti menjadi 'pergelaran'.

Keroncong

Kebanyakan orang sering menyamaratakan antara keroncong, langgam, dan stambul dengan sebutan keroncong. Padahal ketiganya berbeda satu sama lain. Di depan judul lagu biasanya tertulis singkatan Kr untuk keroncong, Lgm untuk langgam, dan Stb untuk stambul. Contoh Kr Bahana Pancasila, Lgm Kota Solo, atau Stb Baju Biru. Pembedaan istilah didasarkan pada bentuk bangunan lagunya. Kerancuan penyebutan dimungkinkan karena kesamaan irama, warna musik, dan jenis instrumen yang digunakan (gitar, cukulele, cak, flute, biola, bass, dan cello). Seperti sering kita jumpai, orang menyebut lagu langgam Bengawan Solo atau stambul Baju Biru dengan sebutan keroncong.
Coba amati perbedaan bentuk lagu dibawah ini (kode chord menggunakan huruf romawi I sampai VII):
  • Keroncong asli memiliki bentuk lagu A - B - C. Dibawakan sebanyak dua kuplet utuh (dari atas). Berikut sepenggal alur lagu keroncong asli: | I , , , | I , , , | V , , , | dan seterusnya, seperti dalam lagu Kr Tanah Airku ciptaan Kelly Puspito.
  • Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A - A - B - A dengan pengulangan dari bagian A kedua. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Berikut sepenggal alur lagu langgam: | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | dan seterusnya, seperti dalam lagu Lgm Bengawan Solo ciptaan Gesang.
  • Stambul memiliki bentuk lagu A - A. Setelah interlude biasanya diulang dari bagian A ke dua. Berikut ini adalah sepenggal alur lau stambul: | I , , , | I , , , | IV , , , | dan seterusnya, seperti dalam lagu Stb Baju Biru.
Melihat begitu mencoloknya perbedaan antara ketiganya, maka penyebutan keroncong tidak serta-merta berdasar pada kesamaan irama saja, namun juga meneliti bentuk lagu (progresi chord).

Stres

Pada umumnya, orang sering mengatakan bahwa pengidap gangguan mental berat (gila) dengan istilah orang stress. Pada kenyataannya, setiap orang yang terkena tekanan mental adalah stres.
Publikasi
Secara lebih lengkap, Jaya Suprana mengumpulkan kekeliruan-kekeliruan di dalam peradaban dan kebudayaan umat manusia ( bukan terbatas kekeliruan dalam berbahasa) dalam serial Kaleidoskopi Kelirumologi jilid I sd VII yang kemudian digabung dan ditambah menjadi Ensiklopedi Kelirumologi yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Jaya Suprana juga menulis Kelirumoligi Genderisme dan Kelirumologi Reformasi. Direncanakan juga diterbitkan Naskah-Naskah Kelirumologi yang merupakan kompilasi naskah-naskah di rubrik Kelirumologi Suara Pembaruan.
Di dalam Simposiium Internasional Filsafat Indonesia yang diselenggarakan Jaya Suprana bersama Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara terdapat sesi bahasan khusus mengenai KELIRUMOLOGI oleh para tokoh-tokoh kelirumolog seperti HS Dillon, Kwik Kian Gie, Christianto Wibosono, Suka Hardjana, Sri Edi Swasono , Agus Purwadianto, Inayah Wahid, dan lain-lain.

TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL

  Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...