Sabtu, 28 Maret 2020

ARTI PERBUATAN MELAWAN HUKUM



Perbuatan melawan hukum dalam Bahasa Belanda disebut onrechmatige daad sedangkan dalam Bahasa Inggris (Anglosaxon) disebut tort yang berasal dari kata latin torquere atau tortus  dalam bahasa Perancis. Kata tort sendiri setara dengan kata wrong (Bahasa Inggris) atau wrung (Bahasa Perancis) yang berarti kesalahan atau kerugian (injury).  Dalam bidang hukum perdata, kata tort dipakai untuk merujuk pada kesalahan perdata (civil wrong) selainyang timbul dari wanprestasi kontrak.
Dalam ilmu hukum dikenal 3 (tiga) bentuk perbuatan melawan hukum (PMH) yaitu PMH karena kesengajaan, PMH tanpa kesalahan (tanpa kesengajaan maupun kelalaian), dan PMH karena kelalaian.
Maka, kemudian timbul tanggung jawab hukum dengan unsur kesalahan (kesengajaan dan kelalaian), dengan unsur kesalahan khususnya unsur kelalaian, dan dengan tanggungjawab mutlak tanpa kesalahan yang masing-masing diatur di Pasal 1365, 1366, dan 1367 KUH Perdata.

Yogyakarta, 28 Maret 2020
Supriyono, SH, S.Pd., SE, MM, CM

Kamis, 26 Maret 2020

PERBEDAAN POSSIBLE DAN PROBABLE

Seorang dokter yang sedang menyusun alat ukur penelitian klinis bertanya, apa bedanya 'possible' dan 'probable' karena menurutnya kedua kata tersebut sama-sama berarti "kemungkinan". Dokter itu heran karena dalam jurnal dia menemukan frasa 'possible dementia' dan 'probable dementia' secara berurutan. Dia curiga bahwa dua kata itu dimaksudkan berbeda, tapi dia tidak tahu apa bedanya.
Saya menjelaskan bahwa 'possible' adalah kata dikotomis ya-atau-tidak. Jadi, 'possible dementia' artinya 'bisa dementia bisa pula bukan'. Bagaimana dengan probable dementia? Probable dementia artinya adalah 'kecenderungan berupa dementia'. Sudah ada arah atau trend, yang salah satunya diukur dengan percentase.
Kemudian saya menjelaskan dengan sejumlah analogi kemunculan angka-angka saat kita melempar dadu. Apakah angka 1 akan keluar?  Bisa ya, bisa juga tidak (possibility). Seberapa besar kemungkinan muncul? Jawabannya adalah 1/6 (probabilitas).
Begitulah. Kadang kata-kata yang kita anggap sinonim ternyata punya arti yang berbeda. Kecermatan berbahasa dibutuhkan agar pemilihan kata bisa tepat dan akurat.

Yogyakarta, 27 Maret 2020
Supriyono, SH, S.Pd., SE, MM, CM

Senin, 23 Maret 2020

Belajar dan Bekerja dari Rumah



Saat melihat draft Pengumuman dari sekolah anak saya, saya bergegas mengingatkan sekolah agar mengoreksi redaksinya. Bukan belajar di rumah tetapi belajar dari rumah.  Apa bedanya? Belajar di rumah  bisa berarti belajar sendiri, sesuka hati, tanpa modul, tanpa jadwal, tanpa instruksi, dan tanpa komunikasi dengan pihak lain. Seperti yang dilakukan anak yang sukarela belajar di hari libur.

Begitu juga bekerja di rumah (work at home) artinya orang yang bekerja mandiri, tidak terikat pada perusahaan atau atasan. Kegiatan ini banyak dilakukan penerjemah, copywriter, proofreader, atau ghostwriter, atau paper reviewer. Mereka bekerja untuk dan atas nama dirinya sendiri.
Sementara itu, belajar dari rumah lebih berarti belajar jarak jauh, dari rumah terhubung ke sekolah secara daring, ada modulnya, ada jadwalnya, ada instruksi, dan ada komunikasi perjalanan belajar mengajar. Model pembelajaran ini lebih terstruktur dan terarah, sesuai dengan kurikulum sekolah juga.

Tentu berbeda artinya bila kita mengatakan bekerja dari rumah (work from home). Mereka adalah karyawan (atau rekanan perusahaan) yang menjalankan pekerjaan untuk dan atas nama perusahaan dari rumah karena alasan tertentu, seperti saat persebaran wabah virus Covid-19. Mereka menyelesaikan pekerjaan kantor dari rumah.

Nah, kawatirnya, pengumuman berbunyi “anak belajar di rumah” dan “orang tua bekerja di rumah” bisa ditafsirkan anak-anak dan orang tua sebagai libur. Suka-suka menggunakaan waktunya. Mungkin anak tetap belajar dan orang tua bekerja, tetapi hanya sebentar. Selebihnya mereka justru menggunakan waktunya untuk bermain gadget, jalan-jalan ke mall, atau malah pikinik, yang berpotensi tertular atau menularkan Covid 19. Fatal kan?

Yogyakarta, 24 Maret 2020
Supriyono, SH, S.Pd., SE, MM, CM
Menekuni Forensic Lingustics

Jumat, 13 Maret 2020

ARTI PLH DAN PLT

Saat seorang pejabat definitif berhalangan, bisa ditunjuk seorang pelaksana. Bila berhalangan sementara, misal karena sedang sakit, maka bisa ditunjuk seorang pelaksana harian (PLH). Sebaliknya, bila pejabat tersebut berhalangan tetap, maka bisa ditunjuk seorang pelaksana tugas (PLT) sampai dipilihnya atau ditunjukkan seorang pejabat definitif.
Soerang pelaksana harian maupun pelaksana tugas tidak boleh mengambil keputusan atau kebiakan yang strategis, yaitu keutusan atau kebijakan yang berdampak luas. Misalnya pemindahan karyawan.

Yogyakarta, 13 Maret 2020
Supriyono, SH, S.Pd., SE, MM, CM

Senin, 09 Maret 2020

ARTI HAK PREROGATIF

HAK PREROGATIF

Kita mengenal hak prerogatif melekat pada kekuasaan presiden; salah satunya untuk membentuk kabinet. Kementrian apa yang akan dibentuk dan siapa yang ditugaskan menjadi menteri  adalah hak prerogatif presiden. Istilah Hak Prerogatif juga digunakan untuk menyebut kekuasaan absolut dan eksklusif untuk melakukan sesuatu: CEO perusahaan, ketua yayasan,  ketua organisasi atau partai politik memiliki dan karenanya sah menggunakan  hak prerogatif.
Padahal, secara denotatif, sebenarnya hak prerogatif punya arti sisa hak yang tetap boleh dimiliki raja raja ketika terjadi revolusi rakyat. JIka raja semula memiliki banyak hak istimewa, setelah dirampas kewenangannya, raja hanya tinggal punyak hak prerogatif. Pengertiannya bertolak belakang dengan yang digunakan saat ini dimana hak prerogative dimaknai secara positif dan istimewa.

Yogyakarta 14 Januari 2014
Supriyono, SH, SPD, SE, MM, CM

TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL

  Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...