Rabu, 17 Juli 2019

REUNI BUKAN REONI

REONI ATAU REUNI?

“Reoni bersama rekan-rekan alumnus SMA sekian.” Lebaran memang identik dengan REUNI  (bukan REONI), berasal dari kata Re dan UNION (reunion) yang artiniya “bersatu kembali”. Kata alumni dan alumnus juga banyak disebut, meski salah “pakai”. Bila banyak orang kita menyebutnya alumni, bila hanya satu kita menyebutnya alumnus.
Nah, kata “rekan” punya nuansa arti yang agak berbeda dengan “teman” dan “kawan”. Kita biasa menyebut rekan kerja, teman sekelas, dan kawan kawin. Selamat ber-REUNI dengan teman-teman ALUMNI SMA Anu...


Hubungi email pintarbahasa@yahoo.com

FUNGSI TANDA HUBUNG

MANFAAT TANDA HUBUNG

Ternyata tanda hubung bermanfaat memperjelas arti. Dalam frasa “mobil keluarga kecil” kita boleh saja memahami “mobil kecil untuk keluarga” atau “mobil untuk keluarga kecil”. Lain  halnya bila digunakan tanda hubung, sehingga menjadi “mobil-keluarga kecil” (mobilnya yang kecil) atau “mobil keluarga-kecil” (keluarganya yang kecil).
Masalah menjadi lebih pelik dalam bahasa Inggris. Frasa “heavy oil tank” mengandung dua kesulitan. Pertama, tidak jelas kata ‘heavy’ menjelaskan ‘oil’ atau ‘tank’. Kedua, padahal, artinya bisa sangat berbeda saat menjelaskan kedua kata itu. Frasa ‘heavy oil-tank’ artinya ‘tangki minyak yang berat’ sedangkan ‘heavy-oil tank’ artinya ‘tangki minyak jenuh’. 
Bagaimana dengan "a dark brown house"? "Rumah berwarna cokelat dan gelap" atau "Rumah berwarna cokelat tua"?

Ingin berdiskusi bahasa?
Hubungi email pintarbahasa@yahoo.com

LOGIKA BAHASA



BAHASA YANG LOGIS

Logika bahasa seseorang menunjukkan teratur-tidaknya cara berpikir. Dialektika seseorang tercermin dari cara dia bicara atau menulis. Bagaimana mungkin orang bisa mengatakan “Setelah PR diselesaikan, dia tidur.” PR tidak pernah bisa tidur. Tentu maksudnya “setelah menyelesaikan PR dia tidur.” Juga pesan di counter swalayan minuman ini: “Terimakasih Anda sudah membayar sebelum diminum.” Logika bahasa yang benar mestinya “Terimakasih Anda sudah membayar sebelum meminumnya” atau “Terimakasih minuman sudah dibayar sebelum diminum.”

Ingin berdiskusi bahasa? Hubungi email pintarbahasa@yahoo.com

KORUPSI KATA


KORUPSI BAHASA

Sepertinya kita suka korupsi ya. Lha kata saja kita korupsi. Misal, kita mengorupsi huruf N dalam “akuntansi” sehingga diucapkan “akutansi”. Juga huruf S dalam “introspeksi” sehingga hanya diucapkan “intropeksi”. Eh, tapi ada juga yang justru dermawan dengan menambah-nambah huruf, misal huruf S dalam “interpretasi” sehingga menjadi “interprestasi”. Kalau enggak gitu, ada yang memelintir kata. Bukannya “entrepreneur” tapi malah diucap “enterprener”. Ada juga yang mengucap “negoisasi” padahal maksudnya “negosiasi”.

Ingin berdiskusi bahasa? Hubungi email

BOROS KATA


IRIT BERBAHASA

Tanpa kita sadari, kita suka menghamburkan kata. Banyak kata berbeda dengan arti serupa tumpah-ruah memenuhi halaman paper, laporan, atau profil kita. “Pelaksanaan kegiatan upacara bendera dilakukan rutin setiap hari Senin.” Pemborosan kata terjadi dari, pertama, duplikasi kata “pelaksanaan” dan “dilakukan”. Melaksanakan adalah juga melakukan, jadi kita pakai salah satu. Kemubaziran kedua adalah “kegiatan” dan “upacara bendera”. Upacara bendera adalah kegiatan sehingga cukup kita tulis “upacara” saja. Ketiga, terjadi penghamburan kata “hari” dan “Senin”. Senin sudah cukup tanpa menyebut “hari Senin”. Terakhir, kata “rutin” sama artinya dengan “setiap”. Pendek kata kalimat panjang itu bisa disederhanakan menjadi: “Upacara bendera dilaksanakan setiap Senin.”

DAFTAR ABSEN

SUDAH ABSEN ?

“Bila absensi anda hanya sedikit, anda kemungkinan besar tidak lulus,” ancam dosen pada mahasiswa. “Saya absen tiap hari lho Pak,” seorang mahasiswa menyanggah. “Lha ini di daftar absen kok kosong?” Bagaimana mungkin dosen meinta anak didik sering absen (bolos) agar lulus? Kenapa mahasiswa bersikukuh minta lulus kalau dia selalu absen (tak hadir) tiap hari? Aneh juga bila kampus justru memfasilitasi semangat tidak rajin dengan meminta mahasiswa mengisi “daftar absen” alias “daftar tidak hadir”. Kalau mahasiswa masuk berarti mengisi “daftar hadir” bukan “daftar absen”. Jadi mestinya “Daftar Presensi” bukan “Daftar Absensi”.


TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL

  Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...