Rabu, 17 Juli 2019

BACKHOE BUKAN BEGO

BACKHOE YANG BEGO

Saya pernah dianggap naif dan bodoh hanya karena tidak mengerti maksud teman yang menulis “bedrop”? Tentu saja saya tidak paham karena yang saya tahu adalah “backdrop”, semacam spanduk. Di kamus pun tertulis ‘backdrop’. Saya juga pernah ditertawakan saat tidak mengerti maksud kawan yang menyeut alat berat bernama “bego”. Percuma juga saya menjelaskan maksudnya “backhoe” alias “cangkul mundur”  alias “garuk”. Jadi saya tidak bego, apalagi disamakan dengan si alat berat itu.
Tapi, ada juga pengalaman yang menggembirakan. Jelek-jelek begini saya pernah disebut “dirjen” karena saya memandu bernyanyi lagu  Indonesia Raya. Lumayan naik pangkat dari “dirijen” menjadi “dirjen”. Saya tetap meyakini, kemampuan bahasa adalah cerminan luasnya pengetahuan dan pergaulan.

Supriyono, S.H., S.Pd., S.E., M.M., C.M.
Ingin berdiskusi? Silakan berkorespondensi ke pintarbahasa@yahoo.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL

  Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...