Agar bisa menulis dengan baik dalam bahasa Inggris, kita harus mengikuti pola tata bahasa Inggris dengan konsisten. Kebiasaan berbahasa Indonesia seringkali mempersulit penulisan bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan diantara kedua bahasa tersebut. Ada sejumlah karakteristik bahasa Inggris yang perlu dipahami ketika menulis. (Hal ini terutama penting bagi pemula). Perhatikan
1. Struktur kalimat bahasa Inggris memiliki ciri:
(a) Lengkap: Artinya, kalimat paling tidak memiliki satu Subyek dan satu Kata Kerja / Predikat
(b) Urut : Artinya, kalimat tersusun dari urutan Subyek, diikuti Predikat, dan Obyek. Letak kata keterangan adalah fleksibel.
(c) Sinkron: Artinya, ada kesesuaian antara Predikat dengan Subyek dan Predikat dengan Tenses atau Keterangan Waktu.
2. Susunan kalimat sebaiknya dalam bentuk Kalimat Aktif
3. Pastikan susunan kalimat (a) memiliki kebenaran gramatikal (tata bahasa) dan (b) kebenaran leksikal (makna), serta (c) Kontekstual
Contoh-Contoh “Kesalahan” tulisan bahasa Inggris yang terkait dengan kebiasaan berbahasa Indonesia:
a. Tidak Lengkap :
“We very busy” (belum ada kata kerja)
“In Indonesia actively alleviates poverty.” (belum ada Subyek)
b. Tidak Urut:
“ A strange disease we have found recently.” (obyek di depan subyek)
“He we give some advice not to smoke.” (dari bahasa Indonesia
“Dia kami beri nasehat untuk tidak merokok”.)
2. Beberapa “Perbedaan” Pokok antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
1. Struktur Menerangkan-Diterangkan untuk kata majemuk
2. Mengenal kata kerja ‘Arti’ dan kata kerja ‘Fungsi’ (to be)
3. Mengenal Tenses
4. Mengenal Gerund 1. Struktur Diterangkan – Menerangkan
2. Hanya mengenal kata kerja ‘Arti’
3. Tidak mengenal Tenses
4. Tidak mengenal Gerund
l
Bila Anda ingin berinteraksi lebih lanjut silakan hubungi kami di email pintarbahasa@yahoo.com
atau Whatsapp 081802770167
SUPRIYONO, SH, SPD, SE, MM, CM
Pintar Bahasa berpengalaman sejak 1996 melayani Penerjemahan, Interpreting, Copywriting, Copyediting, Proofreading, dan Legal Drafting berupa draft naskah akademik, surat kontrak, proposal, company profile, buku, jurnal, artikel, paper, essay, tagline, iklan pariwara, spot iklan, naskah pidato, biografi dan booklet kepada kami. Kami ahli dalam menghasilkan tulisan dengan kesempurnaan Tanda Baca, Pilihan Kata, Gaya Bahasa, dan Rasa Bahasa. Hubungi 081802770167
Minggu, 28 November 2010
INGIN JADI GUIDE?
Ingin menjadi Guide? Kami ajari bahasa Inggris praktis.Anda tak perlu menghafal rumus apa pun! Bahasa Inggris menjadi sangat mudah dan menyenangkan. Bayangkan, Anda bahkan sudah bisa berkomunikasi lancar pada pertemuan pertama! Kami jamin kursus efektif karena kami sangat memahami seluk beluk sebagai guide. Kami bagi pengetahuan dan pengalaman kami yang sangat berharga. Hanya untuk Anda.
Hubungi 081802770167
FASIH BICARA INGGRIS
Belajar bahasa Inggris itu mudah asalkan kita tahu metode belajar bahasa Inggris yang efektif dan efisien. Kita tidak perlu buang-buang waktu menghafal rumus yang tidak perlu (ada rumus yang perlu juga lho hehe...). Sebagai contoh, kita bisa menghafal kosa kata dengan metode analogi dan metode asosiasi. Dengan metode analogi kita bisa menambah kosakata dengan meniru bentuk kosa kata yang sudah ada. Misal, bila kata berakhiran 'ize' adalah kata kerja, maka kita bisa 'mencipta' kosa kata organize, internalize, modernize, memorize, minimize, economize, dan seterusnya. Demikian juga ketika kita tahu akhiran 'ous' berarti banyak maka kita bisa mendapat kata baru diantaranya gaseous (kembung), humorous (lucu), ridiculous (menggelikan), jealous (cemburu), marvelous (luar baisa) dan seterusnya.Begitu juga dengan metode asosiasi. Dengan metode asosiasi, kita bisa menambah lima kosa kata baru sekaligus. Sebagai contoh, kita tahu economy (perekonomian ), economics (ilmu ekonomi), economic (tentang ekonomi), economical (hemat), dan economically (secara ekonomis).Begitu juga dengan struktur kalimat. Untuk memudahkan, anggaplah struktur bahasa Inggris itu memenuhi tiga syarat yaitu lengkap,urut, dan sinkron. Bahasa Inggris harus memiliki subjek dan predikat. Bila tidak ada subjek sungguhan, maka dicarikan subjek semu "it". Bila tidak ada predikat sungguhan maka digunakan kata kerja fungsional yaitu "to be". Ingin berbagi pengalaman? Kami tunggu di pintarbahasa@yahoo.comSenin, 22 November 2010
CARA GILA MEMPERKAYA KOSAKATA
Seorang calon murid saya berkomentar:
“Saya tak lancar bicara karena kosakata saya terbatas. Tahunya ya cuma kata-kata yang itu-itu saja……Gelagepan deh. Apalagi kalau harus presentasi…..wuuih keringat dingin keluar semua. Gimana bisa ngomong, lha wong kosa kata saja terbatas he..he….?
Benar juga ya! Bagaimana kita bisa bicara atau menulis dengan lancar dan benar kalau kosa kata kita terbatas? Masalahnya, menghafal kosakata itu makan waktu, sulit, dan melelahkan. Eh, sebentar! Masa iya sih? Enggga juga tuh. Saya punya pengalaman unik dalam melipatgandakan kosa kata. Khususnya kata kerja dalam bentuk majemuk. Tentu saja setelah saya merenung dan mencari sekian lama.
Sebagai langkah awal marilah kita pikirkan kata PUT. Kata ini ternyata bisa diperluas sedemikian rupa hingga menjadi sejumlah kata baru. Caranya adalah dengan menambah preposisi (kata depan) atau partikel. Maka kemudian diluar harapan saya, saya menguasai sejumlah kata baru sekaligus.
Put onto (letakkan, tempelkan) Put off (lepas, matikan)
Put into (masukkan, sisipkan) Put around (merangkul, melilitkan)
Put aside (sisihkan)
Jadi ketika saya ingin mengatakan “lilitkan tali ini pada tongkat itu”, saya cukup menggunakan kata PUT AROUND. Demikian pula ketika saya ingin menyuruh seseorang untuk “menyingkirkan” suatu benda. Jelas bahwa preposisi-preposisi yang saya gunakan itu sudah menggambarkan ‘cara kerja’ (aside = menyamping, around = mengelilingi )
Perhatikan contoh-contoh lain berikut ini:
Step onto (menginjak), Step off (jangan injak) Step into (masuk), Step over (melompati), Step aside (minggir), Step up (naik), Step down (turun)
Jadi kalimat “Naiklah ke kursi itu” bisa diungkapkan dengan “Step onto the chair”; “Jangan halangi jalan” sama dengan “Step off”. Bisakah Anda bayangkan bagaimana kalau ingin mengatakan “Awas jangan colak-colek”? Mudah saja, “Hands off”.
Contoh aplikasi:
Go along this road until you find a T-junctions. Don’t turn. Go straight until you see a crossroad. Don’t stop. Go ahead. You will find a blue house. That is my house.
“Saya tak lancar bicara karena kosakata saya terbatas. Tahunya ya cuma kata-kata yang itu-itu saja……Gelagepan deh. Apalagi kalau harus presentasi…..wuuih keringat dingin keluar semua. Gimana bisa ngomong, lha wong kosa kata saja terbatas he..he….?
Benar juga ya! Bagaimana kita bisa bicara atau menulis dengan lancar dan benar kalau kosa kata kita terbatas? Masalahnya, menghafal kosakata itu makan waktu, sulit, dan melelahkan. Eh, sebentar! Masa iya sih? Enggga juga tuh. Saya punya pengalaman unik dalam melipatgandakan kosa kata. Khususnya kata kerja dalam bentuk majemuk. Tentu saja setelah saya merenung dan mencari sekian lama.
Sebagai langkah awal marilah kita pikirkan kata PUT. Kata ini ternyata bisa diperluas sedemikian rupa hingga menjadi sejumlah kata baru. Caranya adalah dengan menambah preposisi (kata depan) atau partikel. Maka kemudian diluar harapan saya, saya menguasai sejumlah kata baru sekaligus.
Put onto (letakkan, tempelkan) Put off (lepas, matikan)
Put into (masukkan, sisipkan) Put around (merangkul, melilitkan)
Put aside (sisihkan)
Jadi ketika saya ingin mengatakan “lilitkan tali ini pada tongkat itu”, saya cukup menggunakan kata PUT AROUND. Demikian pula ketika saya ingin menyuruh seseorang untuk “menyingkirkan” suatu benda. Jelas bahwa preposisi-preposisi yang saya gunakan itu sudah menggambarkan ‘cara kerja’ (aside = menyamping, around = mengelilingi )
Perhatikan contoh-contoh lain berikut ini:
Step onto (menginjak), Step off (jangan injak) Step into (masuk), Step over (melompati), Step aside (minggir), Step up (naik), Step down (turun)
Jadi kalimat “Naiklah ke kursi itu” bisa diungkapkan dengan “Step onto the chair”; “Jangan halangi jalan” sama dengan “Step off”. Bisakah Anda bayangkan bagaimana kalau ingin mengatakan “Awas jangan colak-colek”? Mudah saja, “Hands off”.
Contoh aplikasi:
Go along this road until you find a T-junctions. Don’t turn. Go straight until you see a crossroad. Don’t stop. Go ahead. You will find a blue house. That is my house.
MULTI-TAFSIR KATA SERAPAN
Pernahkah Anda mendengar tuturan atau membaca tulisan yang tidak tepat makna? Misalnya, frasa ‘ambulatory service’ diterjemahkan ‘servis atau perbaikan ambulan’? Itu karena kita tidak memahami adanya RAGAM MAKNA dalam berbahasa. Frasa tersebut diatas mestinya dimaknai ‘layanan keliling’ atau ‘layanan antar jemput’. Kata ‘ambulatory’ tidak ada hubungannya sama sekali dengan ‘mobil ambulan’ dan kata ‘service’ tidak berarti ‘servis’ atau ‘perbaikan’ sebagaimana yang kita kenali dalam bahasa Indonesia.
Kata-kata tersebut diatas disebut ‘COGNATES’. Untuk mudahnya kita sebut saja ‘kata serapan yang masuk dalam bahasa Indonesia’. Dari asalnya bahasa Inggris, kata-kata itu (dan ratusan atau ribuan kata lainnya) diserap dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya kata-kata itu bisa langsung digunakan (misalnya, hotel) atau dengan sedikit ‘penyesuaian ejaan’ (misalnya, televisi, komputer) atau penyesuaian bunyi saja (misalnya, radio). Kelompok kata ini disebut ‘TRUE COGNATES’ . Sebut saja ‘TIRUAN PERSIS’. (Persis bunyinya dan persis ejaannya).
Namun, ada kelompok kata lain yang tidak diserap secara sempurna ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ini menjadi punya ‘makna ganda’ dan disebut ‘PARTIAL COGNATES’. Di satu sisi, makna kata tersebut sama seperti yang dipahami dalam ejaan bahasa Indonesia (misalnya, ‘instruction’ sama dengan ‘instruksi’), tetapi ada bagian lain yang tercecer, yaitu bahwa di negeri asalnya sana, ‘instruction’ bisa juga berarti ‘pengajaran’. Beberapa contoh kata serapan yang bermakna ganda adalah:
• Objective = (1) obyektif atau (2) tujuan
• Administration = (1) administrasi atau (2) pemerintahan atau (3) pengaturan/pemberian (dosis obat)
Nah, kita harus berhati-hati kan? Kadang-kadang kita terlalu percaya diri (PD abiz!) dengan arti kata-kata serapan. Bisa fatal!
Apalagi bila kita keliru dalam memahami arti kelompok ketiga, yang disebut ‘TRUE COGNATES’. Untuk mudahnya, perhatikan contoh-contoh berikut ini:
• Kata ‘SOLAR’ dalam ‘solar system’ tidak ada hubungannya dengan ‘BAHAN BAKAR SOLAR’. Frasa ‘SOLAR SYSTEM’ artinya ‘TATA SURYA’.
• Kata ‘ROYAL’ dalam frasa ‘ROYAL FAMILY’ jelas bukan berarti ‘BOROS’. Frasa itu memiliki arti ‘KELUARGA KERAJAAN’
Nah, jangan suka terlalu yakin dengan kata serapan. Bisa jadi anda keliru.
Semoga bermanfaat.
Bersambung
081229878200 / 081802770167
Kata-kata tersebut diatas disebut ‘COGNATES’. Untuk mudahnya kita sebut saja ‘kata serapan yang masuk dalam bahasa Indonesia’. Dari asalnya bahasa Inggris, kata-kata itu (dan ratusan atau ribuan kata lainnya) diserap dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya kata-kata itu bisa langsung digunakan (misalnya, hotel) atau dengan sedikit ‘penyesuaian ejaan’ (misalnya, televisi, komputer) atau penyesuaian bunyi saja (misalnya, radio). Kelompok kata ini disebut ‘TRUE COGNATES’ . Sebut saja ‘TIRUAN PERSIS’. (Persis bunyinya dan persis ejaannya).
Namun, ada kelompok kata lain yang tidak diserap secara sempurna ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ini menjadi punya ‘makna ganda’ dan disebut ‘PARTIAL COGNATES’. Di satu sisi, makna kata tersebut sama seperti yang dipahami dalam ejaan bahasa Indonesia (misalnya, ‘instruction’ sama dengan ‘instruksi’), tetapi ada bagian lain yang tercecer, yaitu bahwa di negeri asalnya sana, ‘instruction’ bisa juga berarti ‘pengajaran’. Beberapa contoh kata serapan yang bermakna ganda adalah:
• Objective = (1) obyektif atau (2) tujuan
• Administration = (1) administrasi atau (2) pemerintahan atau (3) pengaturan/pemberian (dosis obat)
Nah, kita harus berhati-hati kan? Kadang-kadang kita terlalu percaya diri (PD abiz!) dengan arti kata-kata serapan. Bisa fatal!
Apalagi bila kita keliru dalam memahami arti kelompok ketiga, yang disebut ‘TRUE COGNATES’. Untuk mudahnya, perhatikan contoh-contoh berikut ini:
• Kata ‘SOLAR’ dalam ‘solar system’ tidak ada hubungannya dengan ‘BAHAN BAKAR SOLAR’. Frasa ‘SOLAR SYSTEM’ artinya ‘TATA SURYA’.
• Kata ‘ROYAL’ dalam frasa ‘ROYAL FAMILY’ jelas bukan berarti ‘BOROS’. Frasa itu memiliki arti ‘KELUARGA KERAJAAN’
Nah, jangan suka terlalu yakin dengan kata serapan. Bisa jadi anda keliru.
Semoga bermanfaat.
Bersambung
081229878200 / 081802770167
Langganan:
Postingan (Atom)
TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL
Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...
-
Pernahkah Anda mendengar tuturan atau membaca tulisan yang tidak tepat makna? Misalnya, frasa ‘ambulatory service’ diterjemahkan ‘servis ata...
-
Apakah saksi atau terdakwa boleh menjalani persidangan meski tidak mengerti dan tidak menguasai bahasa Indonesia? Pertanyaan ini tentu s...
-
Seorang dokter yang sedang menyusun alat ukur penelitian klinis bertanya, apa bedanya 'possible' dan 'probable' karena men...





