Minggu, 27 Januari 2019

Penghasilan Penerjemah


Enaknya menjadi penerjemah
Menjadi penerjemah profesional  ternyata mengasyikkan. Kita bisa bekerja darimana saja, dimana saja, kapan saja, dan sambil mengerjakan apa saja. Dan menghasilkan uang! Tak lain, karena penerjemah menyelesaikan pekerjaan penerjemahan atau penterjemahan dengan luwes. Dimulai dari menerima order pekerjaan terjemahan, penerjemah mengandalkan internet, seperti email atau surat elektronik. Saat mengerjakan penerjemahan, penerjemah pun banyak terbantu oleh sumber informasi dan referensi di internet. Mbah Google adalah Kyai yang sangat pandai dan berwawasan luas hehe…Dia nyaris bisa menjawab dengan tepat dan cepat apa saja yang kita tanyakan. Tapi jangan mengandalkan software translation tools ya karena bagaimanapun mereka adalah mesin saja yang tidak bisa menggantikan perasaan dan seni saat menerjemahkan. 
Memang ada beberapa alat bantu terjemahan yang disebut computer assisted translation tools yang berguna saat menerjemahkan, tetapi tidak bisa menggantikan perasaan dan pikiran si penerjemah. Namun, bagaimanapun pekerjaan penerjemahan juga sangat terbantu oleh peranti atau alat bantu penterjemahan seperti Trados dll (meski saya lebih suka tidak menggunakannya). Proses proofreading dan editing pun sangat terbantu oleh Microsoft Word. Tentu saja penerjemah masih harus mengubah dan menambah koreksi agar  hasil terjemahan tepat dan akurat. Yang jelas, paling tidak sebagian besar pekerjaan penyuntingan, tata bahasa, penulisan kata, dan tanda baca sudah dikerjakan oleh computer dan pasangannya, internet. Ketika menerjemahkan, penerjemah bisa menterjemahkan tanpa harus berpakaian resmi. Bisa bercelana pendek atau bahkan berkain sarung. Tidak harus ke kantor. Bisa sambil mengasuh anak, bisa sambil tiduran.

Penghasilan penerjemah?
Penerjemah profesional anggota Himpunan Penerjemah Indonesia http://www.hpi.or.id bisa berpenghasilan sangat cukup (saya tidak mau mengatakan berpenghasilan besar haha….).  Dengan tarip terjemahan sesuai Peraturan Menteri Keuangan  Rp. 200.000,- (duaratus ribu rupiah) tiap halaman kuarto untuk penerjemahan naskah atau penerjemahan buku untuk tiap kuarto dua spasi dengan font Times New Roman 12,  penerjemah profesional bisa menghasilkan 10 lembar sehari. Rp. 2 juta kan? Penghasilan penerjemah bisa lebih besar ketika tarip terjemahannya lebih tinggi. Misalnya penerjemahan dokumen seperti penerjemahan akta kelahiran, penerjemahan surat nikah, penerjemahan surat waris, dan sebagainya. Biasanya tarip penerjemahan  dokumen berkisar Rp. 350.000,- (tiga ratus limapuluh ribu rupiah) atau bahkan lebih.
Selain itu, penerjemah juga bisa mendapatkan ilmu dari naskah-naskah yang dibacanya. Penerjemah kedokteran mau tak mau harus membaca dan memahami jurnal kedokteran atau buku kedokteran. Meski tidak akan menjadi dokter, penerjemah kedokteran menjadi paham anatomi, fisiologi, dan patofisiologi kedokteran.  Penerjemah hukum banyak membaca dan memahami naskah hukum.  Tak heran, penerjemah biasanya berwawasan dan berpengetahuan luas. Maka, semakin panjang pengalaman penterjemahan, semakin pandai dan smart translator.
Nah, dengan keuntungan ganda itu, sepertinya profesi penerjemah memang menjanjikan.
Ingin berbagi pengalaman? Silakan berbagi di pintarbahasa@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKNIK MENERJEMAHKAN JURNAL

  Jurnal ilmiah memiliki ciri yang khas, diantaranya menggunakan (a) k osa kata tingi; (b) struktur panjang tapi padat Jargon sesuai...